Sabtu, 03 Maret 2012

Peradilan Rakyat

Cerpen Putu Wijaya

Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.

"Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata pengacara muda itu, "aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini."


Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.


"Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?"
Pengacara muda tertegun. "Ayahanda bertanya kepadaku?"
"Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung
tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini."
Pengacara muda itu tersenyum.
"Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku."

Asal-usul Monumen Jos Soedarso di Tegal


Ada yang ingat lokasi Monumen/ Patung Jos Soedarso/ Yos Soedarso ? yup betul, lokasinya ada di Jl. Pemuda. Tepatnya di depan Gedung DPRD Kota Tegal. Monumen ini didirikan sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Laur Aru tanggal 15 Januari 1962. Dalam pertempuran yang penuh heroik itu gugur Deputi Kasal Komodor Jos Soedarso, Kapten Laut Wiratno, Kapten Laut Memet Sastrawiria, Letnan Muda Tjiptadi dan  21 orang anak buah kapal KRI Macan Tutul lainnya. Disamping itu pembangunan monumen di kota Tegal ini juga bermaksud untuk mengenang jasa-jasa para pahlawat laut yang telah berjuang di kota Tegal pada masa Perang Kemerdekaan.
Tegal merupakan kota pantai serta pelabuhan yang cukup strategis di pantai utara Jawa. Di kota ini pada awal kemerdekaan telah dibentuk BKR Laut yang kemudian berkembang menjadi pangkalan-pangkalan ALRI yang mempunyai kekuatan yang besar. Dalam perkembangannya, pangkalan ALRI IV Tegal berubah menjadi Corps Armada IV Tegal.
Monumen tugu Jos Soedarso dibangun pada tahun 1968 di kota Tegal, Jawa Tengah dan terletak di pinggir jalan utama di depan Balai Kota Tegal. Diresmikan pada tanggal 15 Januari 1959 oleh Deputy Khusus Laksamana Muda Laut Suharno bertepatan dengan peringatan Hari Dharma Samudera.
Tugu berupa piramida yang terpotong dibuat dari beton yang dibagian luarnya dilapisi marmer hitam dan dibagian atasnya dibangun dukungan patung segi empat yang merupakan leher tugu. Bagian puncak tugu ini adalah patung dada Komodor Jos Soedarso yang dibuat dari bahan perunggu. Tinggi keseluruhan tugu mencapai 9 meter dan terletak pada areal seluas 49 meter persegi. Patung menghadap ke utara arah Laut Jawa, di bagian tengah depan terdapat simbol ALRI dan dibawahnya terdapat nama-nama Pahlawan Laut Aru yang gugur serta prasasti peresmian yang berbunyi :
“ Monumen Jos Soedarso diresmikan oleh Panglima Angkatan Laut Laksamana Laut Moeljadi, Tegal tanggal 15 Djanuari 1959 “.
Patung ini dibuat oleh seniman Sapto Hudoyo dari Yogyakarta.
Sumber:
http://wwww.tnial.mil.id/tabid/450/ctl/ArticleView/mid/1356/articleId/356/MONUMEN-JOS-SOEDARSO-TEGAL.aspx

A pain in the heart


Sometimes
i wish i never have a pair of eyes
so that i never see the destruction before my eyes
sometimes
i wish i never had a pair a hand
so that i never destroying anything
sometimes
i wish i never have a heart
so that i will never hurting this deeply
and every day
i pray someone help me
to run away form this pain

Menulis Seperti Rindu





Karya: Huda M Elmatsani

Rindu adalah caraku menulis
memulangkan setiap ba\ang, mendekap segala sa\ang
segala kenang kutebus segala bimbang kutebas
jarak pun hilang dalam pelukan, berhambur debar kepa\ang
bertabur gemilang gelimang cinta.
Seperti embun, berkilau tanpa men\ilaukan
men\ejuk tanpa menenggelamkan
di permukaann\a terpantul luasn\a semesta.
Seperti tatap puisi di celah matamu
bening sederhana tanpa perlu penafsiran.

Rahasia Sukses Perantau Dari Tegal

Siapa sih yang ngga kenal orang Tegal, bukan semata logat bahasa yang aneh, mereka (kami) dikenal sebagai orang-orang yang tangguh, pantang menyerah, kreatif ; ) narsis mode, halah.
Seperti suku viking di Skandinavia, masyarakat Tegal juga suka merantrau (bahasa kerennya : berpetualang) ke daerah lain untuk mencari peruntungan mereka, tak heran kita bakalan mudah menemukan orang Tegal dengan berbagai macam profesi seperti penjual martabak, pengusaha warteg, dan PNS di kota-kota besar di seluruh nusantara bahkan ada penjual martabak Tegal di Copenhagen (aseli yang ini ngarang).

Tegal - Tak Hanya Punya Warteg dan Cici Tegal



Tegal tak hanya punya tradisi membuat warung makan yang bernama warung tegal, tersebar di seluruh pelosok tanah air. Keberadaan warung tegal lebih mirip dengan rumah makan padang. Tegal juga tak hanya mengenal sosok artis dan mantan pelawak Cici Tegal.

Dalam dunia selebritis khusunya dunia film, Tegal juga telah melahirkan sutradara dan penulis skenario keliber nasional, Imam Tantowi dan Chairul Umam.
 Memang tidak bisa dipungkiri kalau sejauh ini Tegal lebih diiingat orang karena sejumlah warung tegalnya.